1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak mampu mengabsorbsi makanan karena faktor biologi 2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volune cairan aktif 3. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan faktor mekanik (adanya ulkus) 4.
Anonim, 2016). Di Indonesia, angaka kejadian Bayi BBLR pada tahun 2015 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir pertahun. Sedangakan menurut survei demografi dan kesehatan (SDKI) tahun 2016 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan BBLR.(Depkes, 2016) Berdasarkan data yang terdapat pada
ketidakseimbangannutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, konstripasi, dan keletihan. Rencana keperawatan sesuai dengan NIC. Evaluasi yang didapatkan selama 7 hari pada pasien dimana ketidakseimbangan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh teratasi sebagian, tidak terjadi penurunan berat badan dan adanya
b Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 1) Kriteria hasil: a) Memperlihatkan status gizi: asupan makanan dan cairan, yang dibuktikan oleh indikator sebagai berikut (sebutkan 1-5 : tidak adekuat, sedikit adekuat, cukup adekuat, adekuat, sangat adekuat). (1) Makanan oral, pemberian makanan lewat selang, atau
Ketidakseimbangannutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah suatu k eadaan individu memiliki penurunan kemampuan mengonsumsi cairan dan/atau makanan padat dari mulut ke lambung.(kim, mcfarland dan mclane, 1995 dalam potter dan perry, fundamental keperawatan volume 2).
Eliminasiurin normalnya adalah pengeluaran cairan sebagai hasil filtrasi dari plasma darah di glomerolus. Dari 180 liter darah yang masuk ke ginjal untuk di filterisasi, hanya 1-2 liter saja yang dapat berupa urin sebagian besar hasil filterisasi akan di serap kembali di tubulus ginjal untuk di manfaatkan oleh tubuh. B. Etiologi. Makanan
. 100% found this document useful 1 vote167 views3 pagesDescriptionKetidaksembangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan TubuhCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote167 views3 pagesKetidaksembangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan TubuhDescriptionKetidaksembangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan TubuhFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Risiko Syok. 345 total views 345 total views Risiko Syok. Definisi … Beresiko mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa. Faktor Risiko Hipoksemia Hipoksia Hipotensi Kekurangan volume cairan Sepsis Sindrom respons inflamasi sismetik systemic inflamatory response syndrome [SIRS] Kondisi Klinis Terkait Pendarahan Trauma multipel Pheumothoraks Infark miokard Kardiomiopati Cedera medula spinalis Anafilaksis Sepsis Koagulasi intravaskuler diseminata Sindrom respons inflamasi sistemik systemic inflamatory response syndrome [SIRS] Keterangan Diagnosis ini ditegakan pada kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa dan intervensi diarahkan untuk penyelamatan jiwa. sumber D0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. 287 total views 287 total views D0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Definisi Resiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal. Faktor Risiko Kurang terpapar informasi tentang manejemen diabetes ketidaktepatan pemantaun glukosa darah Kurang petuh pada rencana manejemen diabetes Manajemen medikasi tidak terkontrol Kemilan Periode pertumbuhan cepat Stres berlebihan Penamabahan berat badan Kurang dapat menerima diagnosis Kondisi Klinis Terkait Diabetes melitus ketoasisdosis diabetik Hipoglekimia Diabetes getasional Penggunaan kortikosteroid Nutrisi parental sumber Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit. 381 total views 381 total views Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit. Definisi Berisiko mengalami perubahan kadar serum elektrolit Faktor Risiko Ketidakseimbangan cairan mis. dehidrasi dan intoksikasi air Kelebihan volume cairan Gangguan mekanisme regulasi mis. diabetes Efek samping prosedur mis. pembedahan Diare Muntah Disfungsi ginjal Disfungsi regulasi endokrin Kondisi Klinis Terkait Gagal ginjal Anoreksia nervosa Diabetes melitus Penyakit Chron Gastroenteritis Pankreatitis Cedera kepala Kanker Trauma multipel Luka bakar Anemia sel sabit sumber 0036 Risiko Ketidakseimbangan Cairan. 353 total views 353 total views 0036 Risiko Ketidakseimbangan Cairan. Definisi berisiko mengalami penurunan, peningkatan atau percepatan perpindahan cairan dari intraveskuler, interstisial atau intraselular. Faktor Risiko Prosedur pembedahan mayor Trauma/pembedahan Luka bakar Aferesis Obstruksi intestinal Peradangan pankreas Penyakit ginjal dan kelenjar Disfungsi intestinal Kondisi Klinis Terkait Prosedur pembedahan mayor Penyakit ginjal dan kelenjar Perdarahan Luka bakar sumber Risiko Ikterik Neonatus. 285 total views 285 total views Risiko Ikterik Neonatus. Definisi Beresiko mengalami kulit dan membran mukos neonatus menguning setelah 24 jam kelahiran akibat bilirubin tak terkonjugasi masuk ke dalam sirkulasi. Faktor Risiko Penurunan berat badan abnormal >7-8% pada bayi baru lahir yang menyusu ASI, >15% pada bayi cukup bulan Pola makan yang tidak ditetapkan dengan baik Kesulitan transisi ke kehidupan ekstra uterin Usia kurang dari 7 hari Keterlambatan pengeluran fases mekonium Prematuritas 27kg/m pada dewasa atau lebih dari presentil ke 95 untuk usia dan jenis kelamin pada anak Gejala dan Tanda Minor Subjektif tidak tersedia Objektif Tebak lipatan kulit trisep >25 mm Kondisi Klinis Terkait Gangguan genetik […]
Defisit nutrisi merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolismeDiagnosis ini diberi kode masuk dalam kategori fisiologis, subkategori nutrisi dan cairan dalam Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia SDKI.Dalam artikel ini, kita akan belajar diagnosis keperawatan defisit nutrisi secara komprehensif, namun dengan Bahasa sederhana agar lebih mudah akan mempelajari tanda dan gejala yang harus muncul untuk dapat mengangkat diagnosis ini, bagaimana cara menulis diagnosis dan luaran, serta memilih intervensi seluruh artikel atau lihat bagian yang anda inginkan pada daftar isi berikutPenyebab EtiologiTanda dan GejalaPenulisan DiagnosisLuaran HYDIntervensi Manajemen Nutrisi Berat Badan TerkaitReferensiPenyebab EtiologiPenyebab etiologi dalam diagnosis keperawatan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status inilah yang digunakan oleh Perawat untuk mengisi bagian “berhubungan dengan ….” pada struktur diagnosis etiologi untuk masalah defisit nutrisi adalahKetidakmampuan menelan makananKetidakmampuan mencerna makananKetidakmampuan mengabsorbsi nutrienPeningkatan kebutuhan metabolismeFaktor ekonomi mis finansial tidak mencukupiFaktor psikologis mis stres, keengganan untuk makanTanda dan GejalaUntuk dapat mengangkat diagnosis defisit nutrisi, Perawat harus memastikan bahwa tanda dibawah ini muncul pada pasien, yaituDSTidak adaDOBerat badan menurun minimal 10% dibawah rentang data objektif diatas, maka untuk dapat mengangkat diagnosis berat badan lebih, Perawat harus mendapatkan nilai berat badan JUGA Kalkulator Berat Badan IdealBila berat badan pasien tidak turun minimal 10% dari berat badan idealnya, maka Perawat harus melihat kemungkinan masalah lain, misalnya “risiko defisit nutrisi” yang sama-sama masalah keperawatan pada sub kategori nutrisi dan cairan dalam DiagnosisDiagnosis ini merupakan diagnosis keperawatan aktual, yang berarti penulisannya menggunakan metode tiga bagian, yaitu[masalah] + [penyebab] + [tanda/gejala].Sehingga contoh penulisannya menjadi seperti iniDefisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan dibuktikan dengan berat badan menurun 10% dari berat badan bila rumusannya kita disederhanakan, maka dapat menjadiDefisit nutrisi ketidakmampuan menelan makanan berat badan menurun 10% dari berat badan = Defisit nutrisiPenyebab = Ketidakmampuan menelan makananTanda/gejala = berat badan menurun 10% dari berat badan = berhubungan = dibuktikan denganPelajari lebih rinci pada “Cara menulis diagnosis keperawatan sesuai SDKI.”Luaran HYDDalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia SLKI, luaran utama untuk diagnosis defisit nutrisi adalah “status nutrisi membaik.”Status nutrisi membaik diberi kode dalam nutrisi membaik berarti keadekuatan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme hasil untuk membuktikan bahwa status nutrisi membaik adalahPorsi makan yang dihabiskan meningkatBerat badan membaikIndeks massa tubuh IMT membaikLIHAT Kalkulator Indeks Massa TubuhKetika menulis luaran keperawatan, Perawat harus memastikan bahwa penulisan terdiri dari 3 komponen, yaitu[Label] + [Ekspektasi] + [Kriteria Hasil].ContohSetelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka status nutrisi membaik, dengan kriteria hasilPorsi makan yang dihabiskan meningkatBerat badan membaikIndeks massa tubuh IMT membaikPerhatikanLabel = Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka status nutrisiEkspektasi = MembaikKriteria Hasil = Dengan kriteria hasil 1, 2, 3, dst,Lebih jelas baca artikel “Cara menulis luaran keperawatan sesuai SLKI.”IntervensiSaat merumuskan intervensi apa yang harus diberikan kepada pasien, perawat harus memastikan bahwa intervensi dapat mengatasi bila penyebabnya tidak dapat secara langsung diatasi, maka perawat harus memastikan bahwa intervensi yang dipilih dapat mengatasi tanda/ itu, perawat juga harus memastikan bahwa intervensi dapat mengukur luaran baca di “Cara menentukan intervensi keperawatan sesuai SIKI”.Dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI, intervensi utama untuk diagnosis defisit nutrisi adalahManajemen nutrisiPromosi berat badanManajemen Nutrisi manajemen nutrisi dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI diberi kode nutrisi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola asupan nutrisi yang yang dilakukan pada intervensi manajemen nutrisi berdasarkan SIKI, antara lainObservasiIdentifikasi status nutrisiIdentifikasi alergi dan intoleransi makananIdentifikasi makanan yang disukaiIdentifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrienIdentifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrikMonitor asupan makananMonitor berat badanMonitor hasil pemeriksaan laboratoriumTerapeutikLakukan oral hygiene sebelum makan, jika perluFasilitasi menentukan pedoman diet mis piramida makananSajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuaiBerikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasiBerikan makanan tinggi kalori dan tinggi proteinBerikan suplemen makanan, jika perluHentikan pemberian makan melalui selang nasogastik jika asupan oral dapat ditoleransiEdukasiAjarkan posisi duduk, jika mampuAjarkan diet yang diprogramkanKolaborasiKolaborasi pemberian medikasi sebelum makan mis Pereda nyeri, antiemetik, jika perluKolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perluPromosi Berat Badan promosi berat badan dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI diberi kode berat badan adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk memfasilitasi peningkatan berat yang dilakukan pada intervensi promosi berat badan berdasarkan SIKI, antara lainObservasiIdentifikasi kemungkinan penyebab BB kurangMonitor adanya mual dan muntahMonitor jumlah kalori yang di konsumsi sehari-hariMonitor berat badanMonitor albumin, limfosit, dan elektrolit serumTerapeutikBerikan perawatan mulut sebelum pemberian makan, jika perluSediakan makanan yang tepat sesuai kondisi pasien mis makanan dengan tekstur halus, makanan yang diblender, makanan cair yang diberikan melalui NGT atau gastrostomy, total parenteral nutrition sesuai indikasiHidangkan makanan secara menarikBerikan suplemen, jika perluBerikan pujian pada pasien/keluarga untuk peningkatan yang dicapaiEdukasiJelaskan jenis makanan yang bergizi tinggi, namun tetap terjangkauJelaskan peningkatan asupan kalori yang dibutuhkanDiagnosis TerkaitDaftar diagnosis lainnya yang masuk dalam kategori fisiologis dan subkategori nutrisi dan cairan adalahBerat badan lebihDefisit nutrisiDiareDisfungsi motilitas gastrointestinalHipervolemiaHipovolemiaIkterik neonatusKesiapan peningkatan keseimbangan cairanKesiapan peningkatan nutrisiKetidakstabilan kadar glukosa darahMenyusui efektifMenyusui tidak efektifObesitasRisiko berat badan lebihRisiko defisit nutrisiRisiko disfungsi motilitas gastrointestinalRisiko hipovolemiaRisiko ikterik neonatusRisiko ketidakseimbangan cairanRisiko ketidakseimbangan elektrolitRisiko ketidakstabilan kadar glukosa darahRisiko syokReferensiPPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan IndonesiaDefinisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III Revisi. Jakarta 2019. Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta PPNI.
ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sdki