Alif Ijlal Hibatullah. Filsafat dan Paradigma Penelitian Ilmiah 1. Pengenalan Relevansi topik penelitian Filosofi penelitian ilmiah adalah sistem pemikiran peneliti, yang mengikuti pengetahuan Filsafat dan ilmu bersifat saling menjalin dan orang tidak memisahkan keduanya sebagai hal yang berbeda. Filsafat dan ilmu berusaha meneliti dan mencari unsur-unsur dasariah alam semesta. Usaha tersebut, sekarang disebut usaha keilmuan (usaha ilmiah). Thales (640-546 s. M) merupakan pemikir pertama, yang dalam sejarah filsafat disebut the Epistemologi membahas mengenai sumber pengetahuan secara mendasar, dan cara memperoleh suatu pengetahuan. Epistemologi adalah suatu kajian dalam filsafat yang mencari pengertian dari pengetahuan, asal-usul, penyebab, dan cara bekerjanya. Epistemologi biasanya dikaitkan dengan suatu pertanyaan pokok, yang didasarkan pengalaman, atau sumber Filsafat ilmu memiliki cabang-cabang filsafat yang berkaitan dengan dasar, , asumsi dan implikasi [1] dari ilmu yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Sering kali muncul pertanyaan sentral dari studi ini menyangkut apa yang memenuhi syarat sebagai sains, keandalan teori-teori ilmiah dan tujuan akhir sains. Sejarah perkembangan ilmu filsafat dikelompokkan ke dalam beberapa fase. Sebut saja Fase Yunani Kuno, Fase Zaman Kegelapan, Fase Zaman Pencerahan, Fase Zaman Awal Modern, Fase Zaman Modern, dan Fase Zaman Pos Modern. Penjelasan lengkap dari uns.ac.id, mengatakan bahwa filsafat akan terus mengalami perkembangan sebab ia bukanlah suatu disiplin ilmu. Ilmu Pengetahuan dan Agama memang bisa menjadi satu fungsi dalam menafsirkan alam semesta dan seisinya. Dalam hubungan dialogis antara keduanya, Agama bisa mendukung segala kegiatan ilmiah, sebaliknya Ilmu Pengetahuan juga bisa memperbaiki pemahaman religius demi kesejahteraan umat manusia. Dikatakan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Agama itu berbeda .

perbedaan ilmu dan pengetahuan dalam filsafat